Dumai — Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai kembali menorehkan capaian penting dalam penguatan mutu pendidikan tinggi. Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) berhasil memperoleh konversi peringkat akreditasi dari sebelumnya “B” menjadi “Baik Sekali” berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor 494/SK/BAN-PT/Ak.KP/S/III/2026.
Pencapaian ini merupakan hasil dari proses evaluasi komprehensif melalui mekanisme Instrumen Suplemen Konversi (ISK), yang menilai berbagai aspek mutu program studi, mulai dari tata kelola, kurikulum, sumber daya manusia, hingga luaran tridharma perguruan tinggi. Dalam keputusan tersebut, Prodi HES IAITF Dumai memperoleh nilai 315 dan secara resmi ditetapkan dalam kategori “Baik Sekali” oleh BAN-PT.
Sertifikat akreditasi yang diterbitkan oleh BAN-PT menegaskan bahwa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah IAITF Dumai telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi nasional dengan peringkat “Baik Sekali”, yang berlaku sejak 17 Maret 2026 hingga 12 Juli 2026. Hal ini menjadi bukti konkret komitmen IAITF Dumai dalam membangun kualitas akademik yang unggul dan berdaya saing.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi seluruh unsur civitas akademika IAITF Dumai, khususnya Fakultas Syariah dan Program Studi HES, dalam mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara berkelanjutan. Selain itu, capaian ini juga mencerminkan konsistensi pengembangan visi, misi, tujuan, dan sasaran (VMTS) program studi yang diturunkan dari visi besar IAITF Dumai dan Fakultas Syariah, sehingga menghasilkan arah pengembangan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Saat ini, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah IAITF Dumai tidak berhenti pada capaian tersebut. Prodi tengah mempersiapkan proses reakreditasi sebagai langkah strategis menuju peringkat yang lebih tinggi, yakni “Unggul”. Berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk penguatan dokumen LED dan LKPS, peningkatan luaran penelitian dan pengabdian, serta penguatan jejaring kerja sama nasional dan internasional, khususnya di kawasan Selat Melaka.
Rektor IAITF Dumai menegaskan bahwa capaian ini merupakan pijakan awal untuk terus meningkatkan kualitas institusi. “Akreditasi ‘Baik Sekali’ ini bukan akhir, tetapi titik tolak menuju standar mutu yang lebih tinggi. IAITF Dumai berkomitmen menjadikan Prodi HES sebagai pusat unggulan kajian hukum ekonomi syariah berbasis Melayu Pesisir Selat Melaka yang berdaya saing global,” ujarnya.
Dengan capaian ini, IAITF Dumai semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi Islam yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada pengembangan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

The amount of money given per wager is often very small and often 1xbet varies with sport selection. A on line casino might offer three comp factors for each $10 wagered on slots and one comp level for each $10 wagered on blackjack. This example is equal to returning zero.3% of wagers on slots and zero.1% of wagers on blackjack.
BalasHapus