Roadmap 2025–2030, Siap Menuju Keunggulan Berbasis Pesisir Selat Melaka

SahabatRiau
0


Dumai
– Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai secara resmi menetapkan Roadmap Pengembangan Prodi Tahun 2025–2030 sebagai arah strategis dalam membangun keunggulan akademik dan daya saing global.

Penetapan roadmap ini menjadi momentum penting dalam memperkuat transformasi akademik prodi, yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar nasional pendidikan tinggi, tetapi juga pada penguatan distingsi keilmuan berbasis ekosistem pesisir Selat Melaka.

Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Luthfia Eka Putri, MH, dalam pernyataannya menegaskan bahwa roadmap ini dirancang sebagai panduan komprehensif yang mengintegrasikan aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan. “Roadmap ini bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi menjadi kompas strategis bagi Prodi HES dalam melangkah secara terarah, terukur, dan berkelanjutan. Kami menekankan pada penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan publikasi ilmiah, serta pengembangan kajian hukum ekonomi syariah berbasis pesisir yang menjadi keunggulan IAITF Dumai,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa roadmap ini disusun melalui tahapan yang sistematis, mulai dari fase penataan, akselerasi, hingga pencapaian keunggulan dan daya saing global pada tahun 2030.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah IAITF Dumai, Dr. (Can) Susiana, MA, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja tim prodi dalam menyusun roadmap yang visioner dan adaptif terhadap perkembangan zaman. “Kami memandang roadmap ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi Prodi Hukum Ekonomi Syariah sebagai salah satu prodi unggulan di lingkungan IAITF. Penguatan mutu akademik, tata kelola berbasis SPMI, serta integrasi nilai-nilai keislaman dan kemelayuan menjadi fondasi utama dalam pengembangannya,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan implementasi roadmap ini memerlukan komitmen bersama seluruh sivitas akademika, termasuk dosen, mahasiswa, dan stakeholder eksternal. “Dengan sinergi yang kuat, kami optimis Prodi HES IAITF Dumai mampu mencapai akreditasi unggul dan menjadi pusat kajian hukum ekonomi syariah berbasis pesisir yang diperhitungkan di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Roadmap 2025–2030 ini mencakup enam tahapan utama, yakni fondasi dan penataan (2025), akselerasi dan implementasi (2026), penguatan mutu dan akreditasi (2027), ekspansi dan internasionalisasi (2028), penetapan ekselensi (2029), serta keberlanjutan dan daya saing global (2030).

Dengan ditetapkannya roadmap ini, Prodi Hukum Ekonomi Syariah IAITF Dumai menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas lulusan, serta berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah, khususnya di wilayah pesisir Selat Melaka.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)